60 PEMEGANG SENPI POLRES PAGAR ALAM TES PESIKOLOGI

 

dsc_0086

dsc_0095

Tribratanews-Polres Pagaralam Rabu (21/09) Pukul 09.00 Personel Polres Pagar alam melaksanakan kegiatan tes Pesikologi tahap II yang diadakan tim dari Polda Sumsel diaula barak dalmas Polres Pagar alam.

Tes pesikotes yang langsung dibuka oleh Wakapolres pagaralam Kompol Ernawan SH yang didampingi langsung tim dari Polda sumsel yang dipimpin langsung Kompol Endang Mustika Wati ( Pesikolog ).

Pelaksanaan tes psikologi ini berhubungan dengan syarat pengajuan kepemilikan atau syarat perpanjangan penggunaan   senjata api (Senpi) oleh anggota Kepolisian Polres Pagaralam.

Diterangkan bahwa, dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2007,  bahwa setiap anggota Polri yang memegang senjata api dinas ditentukan sesuai hasil psikotes, di mana harus memiliki kriteria yang meliputi penyesuaian diri, pengendalian diri, stabilisasi emosi, dan daya tahan stres.

Oleh Karena itu, tujuan dilaksanakan tes psikologi yang diselenggarakan oleh bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumatara selatan tersebut untuk mengetahui tekanan emosi, ketahanan dan kecerdasan dari masing-masing anggota calon pemegang senjata api. Sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui layak atau tidaknya seorang anggota Polri dalam hal penggunaan senjata api dinas. Pelaksanaan tes psikologi terhadap calon pemegang senjata api dilakukan secara rutin setidaknya setiap 6 bulan sekali

Wakpolres Pagaralam Komisaris Polisi Ernawan SH, , melalui Ps. Paur Humas Bripka Paino SE mengatakan, dengan melihat banyaknya kejadian tentang penyalahgunaan senjata api oleh oknum petugas di lapangan, dinas menganggap penting pelaksanaan psikotes.

Diharapkan dengan pelaksanaan psikotes ini agar terbentuk mental setiap anggota Polisi pemegang senjata api yang benar-benar siap dan stabil saat memegang ataupun menggunakan senjata api dinas.

Namun demikian, tidak serta merta anggota yang lulus psikotes langsung secara mutlak bisa mendapatkan ijin menggunkan senjata api dinas karena masih ada monitoring perilaku anggota yang dinilai oleh pimpinannya langsung yang meliputi kehidupan sehari-hari dari anggota tersebut.

“Jika anggota yang bersangkutan sedang memilik masalah keluarga atau masalah dengan pihak lain, maka walaupun hasil psikotesnya lulus, tidak akan diijinkan memegang senjata api dinas karena dapat membahayakan,” jelas paur Humas.

dsc_0086 dsc_0095dsc_0095