KAPOLRES PAGARALAM AKBP PAMBUDI SIK DAN KETUA CABANG BAYANGKARI KUNGKER KE POLSEK PAGARALAM UTARA

  • p_20160928_130624

    dsc_0087

     

    Tribarata news-polrespagaralam – Kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi SIK mengklaim angka kasus di wilayah hukumnya turun dari tahun sebelumnya. Kendati demikian, untuk penyelesaian kasus disejumlah polsek – polsek harus tetap ditingkatkan lagi. “Tindak pidana turun, seyogyanya penyelesaian kasus harus meningkat,” ujar dia saat kunjungan kerja di Mapolsek Pagaralam Utara, kemarin (28/9). Dia juga menyebutkan, tugas mencipatakan lingkungan yang aman dan kondusif tidak hanya tugas aparat kepolisian. Namun juga kita bersama, dalam hal ini seluruh lapisan masyarakat. Oleh karenanya, baik warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, juga elemen lainya seperti TNI ataupun mitra polisi (perpolisian masyarakat, red). “Sesuai dengan perintah kapolri, jajaran kepolisian harus memberikan pelayanan publik, kita harus menjadi pelayan masyarakat,” ditegaskan Kapolres dihadapan tamu undangan yang turut hadir, Sekcam Pagaralam Utara, lurah-lurah, FKPM, purnawirawan Polri, tokoh agama dan tokoh agama di Kecamatan Pagaralam Utara. Sementara, Kapolsek Pagaralam Utara, AKP Martono pada kesempatan itu menyampaikan gambaran pencapaian kinerja jajarannya dalam hal ini penyelesaian sejumlah kasus hingga kinerja jajaran dalam melayani masyarakat. “Sejauh ini untuk angka kasus di wilayah hukum Polsek Pagaralam cenderung turun meliputi curas, curat, curanmor dan kejahatan lainnya sementara untuk angka penyelesaian kasus meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar dia. Dirincikannya, tindak kriminalitas di 2015 (Januari – September) sebanyak 158 kasus dengan tingkat penyelsaian sebanyak 61 kasus atau 38 persen. Dibandingkan 2016 (Januari- September) angka kejahatan turun, sebanyak 107 kasus dengan penyelesaian 60 kasus atau 56 persen. Beberapa faktor pemicu kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pagaralam Utara diantaranya, sebagian besar masyarakat mengalami gagal panen akibat kemarau dan memasuki paceklik. Rumah sering ditinggal dalam keadaan kosong dan sistem pengamanan rumah yang tak memadai seperti tidak ada pagar dan tanpa pengunci pengaman. Begituoun, masih banyak masyarakat yang bepergian menggenakan perhiasaan yang mencolok. Mengambil uang (di bank, red) dalam jumlah besar tanpa pengawalan petugas. “Menekan angka kejahatan, kita tetap melakukan upaya-upaya preventif dan refresif, semisal melakukan pendekatan melalui giat sambang ke masyarakat atau objek vital lainnya, hingga sosialisasi mengenai kamtibmas melalui babinkamtibmas,” bebernya.